wisata bersejarah di surabaya, Tugu Pahlawan

Kalau Jakarta punya Tugu Monas yang menjadi icon dari Jakarta yang berada di kawasan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Surabaya juga punya Tugu Pahlawan yang menjadi landmark Surabaya sebagai Kota Pahlawan yang berada di Jalan Pahlawan. Tugu Pahlawan menjadi salah satu tempat wisata edukasi dan bersejarah yang sangat menarik. Disamping karena letaknya yang strategis sehingga mudah untuk dijangkau oleh semua turis wisatawan baik domestik maupun international. Terlebih juga karena bentuknya yang menyerupai seperti paku terbalik menjadikan tugu ini terlihat menarik untuk dijadikan objek pariwisata.

Disekelilingnya terdapat beraneka macam tumbuhan dari pohon – pohon yang rindang sampai bunga – bunga yang sedap di pandang mata, bahkan sesekali kita pun dapat melihat banyak sekali kupu – kupu yang hinggap di antara bunga – bunga nya. Sehingga dapat menambah daya tarik para wisatawan baik masyarakat lokalnya sendiri maupun wisatawan asing. Mereka yang mengunjungi Tugu Pahlawan bukan hanya untuk berfoto – foto saja melainkan juga untuk beristirahat sejenak melepas lelah atau menghabiskan waktu dengan duduk santai menikmati suasana yang asri sambil mengenang akan perjuangan masyarakat dalam melawan penjajah.

Beranjak ke area lebih dalam dari Tugu Pahlawan masih berada di dalam komplek Tugu Pahlawan tepatnya berada dibawah Tugu Pahlawan ada Museum 10 November. Yang menarik dari bangunan ini adalah bentuknya yang seperti pyramid dengan patung tiga pemuda yang masing – masing memegang senjata bambu runcing untuk mengusir penjajah – penjajah dalam memperjuangkan kemerdekaan. Menurut informasi dari penjaga museum yang menemani kita museum ini dibangun karena dilahan ini banyak ditemukan berbagai benda – benda peninggalan bersejarah seperti senjata, peta, uang kuno, dokumen – dokumen bersejarah dan masih banyak yang lainnya.

Museum 10 November terdiri dari 2 lantai. Yang bisa kita lihat dilantai bawah itu terbagi dari beberapa zona yaitu ada zona masa dan pasca pertempuran Surabaya, zona Surabaya pada masa dan pasca proklamasi. Disini juga kita bisa melihat foto – foto perjuangan dan diorama elektronik. Diorama Elektronik adalah semacam pemutaran film yang berdurasi selama 10 menit dan itu juga ada sesi jam penanyangannya. Buat kalian yang ingin menontonnya tinggal disesuaikan sendiri ya waktu dan jamnya. Beralih ke lantai atas atau lantai 2, nah kalau disini kita bisa liat zona pertempuran 10 november 1945, pyramid gantung, koleksi laskar rakyat, pernik atau relic peristiwa pertempuran Surabaya, masih ada juga foto – foto perjuangan yang lain dan ada juga diorama dapur umum.

Puas sekali keliling Museum 10 November Surabaya karena tempatnya juga adem, banyak spot foto yang menarik dan instagramable. Berbeda dengan Tugu Pahlawan yang tidak dikenakan biaya masuk, untuk masuk ke dalam museum ini kita harus membayar biaya masuk sebesar 5 ribu per orang. Dengan biaya yang sangat murah meriah kita bisa mengenal dan belajar sejarah perjuangan masyarat Surabaya.

video lengkapnya bisa dilihat disini yaa..