Indonesia Trip Recomend, Lawang Sewu Semarang

Semenjak dibangunnya jalan tol sebagai akses untuk mengurai kemacetan yang terjadi hingga akhirnya banyak sekali masyarakat yang awalnya menggunakan moda transportasi udara, kereta api, kapal laut untuk menuju destinasi wisata yang ingin mereka datangi atau sekedar pulang ke kampung halaman mereka yang berada di daerah – daerah diluar kota Jakarta atau yang berada diluar pulau jawa menjadi beralih menggunakan kendaraan mereka masing – masing. Sehingga semakin banyak para wisatawan yang pergi ke kota – kota besar yang ada di Indonesia, salah satu nya adalah ke Kota Semarang.

Semarang merupakan Ibukota Provinsi Jawa Tengah dan sekaligus sebagai salah satu dari lima kota terbesar yang ada di Indonesia. Banyak sekali tempat wisata yang ada di Semarang yang bisa dikunjungi. Salah satu destinasi tempat wisata yang paling populer di Semarang adalah Lawang Sewu. Belum ke Semarang jika belum ke Lawang Sewu. Lawang Sewu terletak di pusat kota Semarang tepatnya di bundaran Tugu Muda Semarang yang dahulu juga di sebut dengan Wilhelminaplein. Sebagian orang banyak yang mengira jika Lawang Sewu merupakan tempat yang angker dan mistis tetapi jika menilik lebih dalam ternyata Lawang Sewu merupakan sebuah bangunan gedung bersejarah peninggalan Belanda yang digunakan sebagai perkantoran dari Nederlands – Indische Spoorweg Maatschappij atau biasa disingkat dengan sebutan NIS.

Dalam bahasa jawa Lawang Sewu yang berarti seribu pintu. Lawang yang berarti pintu dan Sewu yang berarti seribu. Jadilah jika digabung secara lengkap bisa diartikan dengan Gedung Seribu Pintu atau Lawang Sewu. Masyarakat lokal setempat menyebutnya sebagai Lawang Sewu karena bangunan megah tersebut memiliki banyak sekali jendela yang tinggi dan lebar yang disebut sebagai pintu (lawang), meskipun memiliki banyak pintu pada kenyataannya pintu – pintu di Lawang Sewu tidak berjumlah mencapai seribu.

Lawang Sewu adalah sebuah bangunan kuno nan megah bergaya arsitektur Belanda yang dibangun pada tahun 1904, lebih tepatnya pada tanggal 27 Februari 1904 dengan nama lain Het Hoofdkantor Van De Nederlands – Indische Spoorweg Maatschappij (Kantor Pusat NIS). Dan kemudian selesai dibangun pada tahun 1907 seperti yang juga tertulis dalam situs Wikipedia. Bangunan bersejarah berlantai dua ini dipakai sebagai kegiatan administrasi perkantoran kereta api. Bahkan di gedung tua ini masih bisa melihat kereta api yang dahulu pernah digunakan yang juga dijadikan sebagai spot untuk berfoto ria.

Selain kereta api ada banyak juga bangunan bekas peninggalan Belanda yang masih ada dan di lestarikan, contohnya seperti wastafel yang masih tertera stamp jaman Belanda yang ada di bagian belakang dekat toilet, kaca patri yang berada di dalam gedung A,

ada juga jendela yang unik dan bahkan lantainya pun masih memakai tehel atau keramik yang sama pada saat jaman Belanda. Bagian – bagian tersebut sampai sekarang masih terus dijaga dan dirawat oleh pemerintah setempat untuk dilestarikan. Didalamnya pun dapat melihat lukisan foto bersejarah, berbagai jenis replika kereta api, tiket kereta api yang digunakan jaman dulu, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Jika berwisata ke Lawang Sewu bisa juga memakai jasa tour guide untuk memandu langsung menjelajah semua ruangan yang ada didalam bangunan kuno dan megah ini. Dia akan mengajak berkeliling sambil bercerita tentang sejarah dari awal dibangunnya gedung Lawang Sewu. Bahkan mereka pun bisa sekaligus menjadi fotografer karena mereka sudah mengetahui spot – spot foto mana yang bagus untuk mengabadikan moment.

Berkeliling pun menjadi semakin asik karena bisa berwisata sambil belajar.

Lawang Sewu
Jl. Pemuda, Sekayu, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50132
Tiket Masuk : 10 ribu
Jam Buka : 07.00 – 21.00

video lengkapnya bisa dilihat disini yaa..